Latihan Fisik untuk Meredakan Saraf Terjepit

Latihan fisik adalah komponen umum dari perawatan saraf terjepit. Mengambil pendekatan proaktif untuk pemulihan Anda dengan aktivitas fisik akan mengurangi rasa sakit dan membantu memastikan kesehatan jangka panjang punggung Anda. Anda mungkin memerlukan istirahat 1 atau 2 hari untuk mengurangi rasa sakit dari saraf terjepit. Akan tetapi, Anda harus menahan godaan untuk tidak berbaring di tempat tidur selama berhari-hari pada suatu waktu karena otot Anda perlu dikondisikan untuk membantu proses pemulihan. Jika Anda tidak melakukan latihan dan aktivitas fisik, tubuh Anda mungkin tidak akan merespons dengan baik dengan perawatan lain yang telah dilakukan.

Manfaat Latihan Fisik: Ini Lebih Penting Daripada Saraf Terjepit Anda

Latihan fisik adalah cara yang efektif untuk memperkuat dan menstabilkan otot punggung bawah Anda serta mencegah cedera dan rasa sakit lebih lanjut. Otot yang kuat akan menopang berat badan dan tulang Anda sehingga menghilangkan tekanan yang tidak perlu dari tulang belakang Anda.

 

Akan tetapi, walaupun Anda memiliki otot yang kuat untuk menopang punggung Anda, Anda harus menurunkan berat badan untuk benar-benar mendukung tulang belakang Anda. Membawa beban ekstra terus-menerus membuat punggung Anda tegang. Hal ini setara dengan Anda mengangkat beban berat sepanjang waktu! Menurunkan berat badan akan mengurangi rasa sakit Anda dan meningkatkan kesehatan punggung Anda. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, bicarakan dengan dokter Anda tentang cara menurunkan berat badan yang efektif dan efisien.

dan ada juga gerakan lain untuk membantu mengobati syaraf kejepit di tangan.

Obat-Obatan dan Suntikan Tulang Belakang untuk Saraf Terjepit

Saraf terjepit sering menekan akar saraf di sekitarnya, menyebabkan rasa sakit dan bengkak. Tingkat keparahan gejala ini menentukan obat apa yang mungkin Anda butuhkan dan ada berbagai pilihan yang tersedia. Akan tetapi, penting untuk dicatat bahwa obat-obatan tidak akan menyembuhkan saraf terjepit walaupun mereka dapat menghilangkan rasa sakit yang terkait dengan saraf terjepit.

 

Sebagaimana pada umumnya, semua obat-obatan Anda harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Anda biasanya akan menggunakan obat yang dijual bebas terlebih dahulu dan kemudian berlanjut ke obat dari resep dokter, jika perlu. Jika Anda masih membutuhkan bantuan, penyuntikan tulang belakang dapat mengirimkan obat kuat langsung ke sumber rasa sakit Anda.

Obat yang Terjual Bebas

  • Asetaminofen. Mirip seperti Tylenol, Asetaminofen adalah opsi pertama yang baik. Asetaminofen adalah obat penghilang rasa sakit yang baik, akan tetapi tidak akan mengurangi peradangan Anda.
  • Obat anti-inflamasi non-steroid yang terjual bebas. Obat ini dapat meringankan rasa sakit dan mengurangi peradangan. Contohnya antara lain aspirin, ibuprofen (misalnya Advil), atau naproxen (misalnya Aleve). Obat ini tidak cocok untuk mereka yang memiliki riwayat serangan jantung atau sakit maag.

 

Obat Resep Dokter

  • Resep obat anti-inflamasi non-steroid. Obat ini mirip dengan obat yang terjual bebas, namun dengan kadar yang lebih besar
  • Pelemas Otot. Kejang otot tulang belakang sering menyertai saraf terjepit. Dalam kasus seperti ini, pelemas otot dapat memberikan kelegaan.
  • Oral steroids. Oral steroids (biasa juga disebut kortikosteroid) dapat mengurangi pembengkakan secara efektif. Obat-obatan ini diresepkan untuk penggunaan jangka pendek karena banyak efek samping apabila digunakan berkepanjangan.
  • Opioid (narkotika). Obat ini membantu mengurangi rasa sakit akut dan harus diresepkan dengan hati-hati. Obat ini hanya digunakan ketika rasa sakitnya cukup parah. Perlu diingat bahwa banyak pasien agak kebal terhadap opioid sehingga memerlukan dosis yang lebih tinggi untuk mendapatkan bantuan. Obat penghilang rasa sakit ini juga bisa membuat ketagihan sehingga harus digunakan dengan pengawasan yang cermat.
  • Anti Depresi. Anti Depresi menghalangi pesan rasa sakit untuk sampai ke otak Anda dan meningkatkan endorfin. Endorfin adalah obat penghilang rasa sakit alami tubuh Anda. Manfaat tambahan lainnya adalah obat ini akan membantu Anda tidur lebih nyenyak.

Suntikan Tulang Belakang

  • Suntikan steroid epidural. Suntikan steroid epidural mengandung kortikosteroid, yang merupakan agen anti-inflamasi kuat yang dengan cepat menghilangkan rasa sakit yang disebabkan oleh saraf yang tertekan. Disuntikkan di dalam ruang saraf epidural, obat ini dapat menawarkan pengurangan rasa sakit yang signifikan dengan dosis pertama, tetapi mungkin perlu beberapa hari untuk bekerja. Suntikan ini tidak bisa diberikan lebih dari 3 kali dalam kurun waktu setahun.

 

Aturan Obat

  • Obat-obatan memiliki efek samping sehingga Anda harus meneliti dulu sebelum mengambil keputusan tentang obat apa yang harus digunakan.
  • Diskusikan semua obat, baik obat yang terjual bebas maupun tidak ke dokter Anda terlebih dahulu untuk menghindari hal buruk terjadi pada Anda.
  • Penting juga untuk diingat bahwa Anda tidak boleh hanya mengandalkan penghilang rasa sakit dan suntikan untuk mengobati rasa sakit dari saraf terjepit.
  • Memasukkan terapi fisik dan latihan fisik ke dalam perawatan Anda akan menghasilkan hasil terbaik

 

Ingin sembuh tapi tanpa OBAT yuk cek  cara obati syaraf kejepit

Dua Penyebab Umum Saraf Kejepit

ada dua hal umum yang biasa menyebabkan seseorang saraf kejepit atau syaraf kejepit dan ini sudah terjadi bnyak di zaman modern ini ya gais.. so mari kita lihat apa saja penyebab saraf kejepit yang sepele ini tapi berakibat fatal

  1. Obesitas

Banyak sekali penyakit yang sering kali menghantui penderita berat badan berlebih atau obesitas. Selain erangan jantung koroner, stroke, diabetes melitus (kencing manis), dan Hipertensi, saraf kejepit juga merupakan hal menakutkan yang mengancam orang-orang obesitas. Hal ini dikarenakan ligament pada penderita obesitas cenderung lemah. Lantas dengan tekanan besar yang diterima bisa membuat kemungkinan saraf kejepit lebih banyak. Bahkan sebuah penelitian yang dipublikasikan di The Spine Journal oleh Dennis S.Meredith MD juga mengungkap bahwa obesitas bisa meningkatkan risiko berulangnya saraf kejepit berulang-ulang setelah microdiscectomy lumbar atau operasi tulang belakang.

  1. Artritis rheumatoid

Artritis reumatoid adalah peradangan sendi yang ada dalam tubuh. Peradangan sendi dapat menekan saraf di sekitarnya sehingga terjadilah saraf kejepit atau HNP. Radang sendi bisa dialami oleh semua golongan usia, termasuk di dalamnya adalah remaja dan anak-anak. Namun, kondisi ini paling sering terjadi pada orang-orang dengan rentan usia di atas 65 tahun. Radang sendi bisa disebabkan oleh beragam hal. Namun yang paling umum adalah akibat  penumpukan kristal asam urat yang dikenal dengan gout arthritis.

Selain beberapa penyebab di atas, sebenarnya ada beberapa penyebab lain. Di antaranya usia yang semakin menua, kondisi kehamilan, sering mengangkat beban berat, berolah raga terlalu leras sampai akibat dari diabetes.

Saraf kejepit bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sepele, oleh karena itu pemeliharaan sendi sangat dibutuhkn untuk menghindari risiko dari hal tersebut. Rutih memeriksakan diri ke dokter adalah salah satu solusi paling baik untuk menghindarikan diri dari saraf kejepit.